Tampilkan postingan dengan label mata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label mata. Tampilkan semua postingan

Selasa, 08 April 2014

Dokter Temukan Bola Mata di Kemaluan Pasien Perempuan


Benda asing seperti kondom atau barang-barang selundupan cukup sering ditemukan terjebak di kemaluan perempuan. Namun di Amerika Serikat, seorang dokter menemukan benda yang agak mengerikan yakni bola mata di dalam kemaluan pasiennya.

Dr Melissa Barton, dokter Unit Gawat Darurat dari Detroit Medical Center mengatakan pernah menerima pasien dengan keluhan yang sangat tidak wajar. Keluhan yang harus ditulis Barton dalam rekam medis tersebut adalah, ada mata di dalam vagina pasien. Memang bukan bola mata sungguhan, benda yang ditemukan terjebak dalam lubang kemaluan itu adalah bola mata palsu milik pasien.

Bola mata palsu itu memang sengaja dimasukkan kemaluan, namun ternyata tidak bisa dikeluarkan lagi dan harus dibawa ke rumah sakit.

Saat itu, pasien yang tidak disebutkan namanya tersebut tengah terlibat konflik dengan beberapa tetangganya. Khawatir hartanya akan dijarah, pasien perempuan ini mengamankan barang-barang berharga termasuk bola matanya ke tempat yang dirasa aman.

Lubang kemaluan dianggapnya paling aman untuk menyimpan beberapa benda yang ukurannya kecil, namun besar nilainya baik karena harganya mahal maupun susah mencarinya.

Selain bola mata palsu, surat izin mengemudi termasuk benda yang diamankan pasien di dalam kemaluan.

"Benda-benda itu sangat mahal dan susah dicari gantinya. Makanya ditaruh di situ, bersama-sama dengan surat izin mengemudi," kata Dr Barton.

Tidak dijelaskan kapan peristiwa itu terjadi, Dr Barton hanya menjelaskan sekilas berdasarkan catatan rekam medis tentang pasien tersebut. yang jelas, bola mata dan surat-surat berharga tersebut sudah dikeluarkan dan berada di tempat yang lebih aman.

Selain bola mata dan surat berharga, Dr Barton mengatakan ada banyak benda aneh lain yang sering ditemukan dalam tubuh manusia selama bekerja di Unit Gawat Darurat.

Salah satunya, Dr Barton pernah menolong pasien laki-laki dengan 4 boneka Barbie terjebak di anusnya.

source
Read More..

Rabu, 01 Januari 2014

Kisah Memilukan Aku malu ibuku mata satu

02 Nov 2013

 
 Courtesy ShutterStock.com
   Kasih ibu, kepada beta,
Tak terhingga sepanjang masa.
Hanya memberi, tak harap kembali
Bagai sang suria menyinari dunia...

Membaca syair lagu tersebut serasa merinding seluruh badan. Kerana kasih ibu memang tiada duanya. Demi anaknya, tak sedikit ibu yang mengorbankan apapun yang dimilikinya.

Diceritakan kembali dari mulut ke mulut, dan ditulis ulang dengan rapi demi menyentuh setiap hati pembacanya. Inilah salah satu kisah mengharukan yang menceritakan besarnya cinta seorang ibu yang rela mendonorkan mata untuk anaknya.
***

Aku benci ibuku. Ia tak seperti ibu-ibu lainnya yang cantik dan boleh kubanggakan. Aku selalu malu kalau berjalan dengannya, atau  ketika dia menjemputku di sekolah.
Ibuku memiliki satu mata, penampilannya seadanya saja. Ia bahkan tak jarang mengenakan baju lusuh yang sudah koyak di beberapa bahagiannya.
Kerana ayah telah meninggalkan kami dan tak memberi nafkah kepada kami, akhirnya ibu melamar pekerjaan di sekolahku. Ia memasak di kantin demi melayani guru-guru dan murid di sana. Aku sering sekali berpura-pura tak mengenalnya, kerana aku malu. Aku takut sekali bila teman sekelasku tahu bahawa dia adalah ibuku.

Suatu hari, dia menyediakan makan siang di kantin sekolah untukku. Disajikannya di sebuah piring dengan penuh lauk dan dihiasnya cantik. Tak lupa dia mengucup dan mengusap-usap kepalaku setelah memberikan sepiring makan siang itu. Semua teman yang melihat langsung berkasak-kusuk, dan hal itu membuatku geram.

Sepulang sekolah, aku memarahinya habis-habisan. "Kau tahu betapa malunya aku tadi? Kalau memang kau hanya ingin aku ditertawakan oleh teman-temanku, kenapa kau tidak mati saja?" kataku geram.
Sejak  itu ibuku lebih tahu diri. Dia berusaha menjaga jarak denganku kalau di depan teman-teman. Aku belajar keras untuk selalu mendapatkan ranking dan biasiswa. Aku ingin sekali segera keluar dari rumah ini.
***

Aku berhasil mendapatkan pekerjaan yang baik, menikahi isteri cantik dan dikurniakan anak-anak yang lucu. Aku tinggal di rumah yang cukup mewah dan besar.

Suatu hari, tiba-tiba ibu mengunjungiku tanpa keizinanku. Membawakanku setermos sup hangat yang katanya dimasakkan khusus untuk anak-anakku.
Melihatnya dengan mata satu yang mengerikan, anak-anakku terkejut dan berteriak. Isteriku langsung menggandeng anak-anakku pergi.
Lagi-lagi aku dibuat malu dan tak tahu harus berbuat apalagi. Aku sudah berbahagia dengan hidupku ketika ini. Tapi mengapa ibu malah mengacaukan hidupku?

Aku mengusirnya pergi, dan anak-anakku berteriak kegirangan ketika tahu aku telah mengusirnya. "Jangan pernah lagi berani datang ke rumahku dan menakuti anak-anakku nenek tua!" geramku.
***

Di suatu petang, tetangga lamaku berkunjung ke rumah dan memberikan secarik surat kepadaku. "Ini dari ibumu. Ibumu telah meninggal dunia," katanya.
Aku hanya terdiam, tidak menangis dan tidak bertanya banyak kepadanya. Aku hanya menerima surat itu dan menyimpan di meja kerjaku.
Lama... aku merasa sangat gelisah. Kemudian aku buka secarik envelop tersebut dan kubaca setiap deretan hurufnya dengan penuh air mata dan emosi.

Yang tercinta anakku,
Aku selalu memikirkanmu setiap waktu. Dan aku meminta maaf kalau kedatanganku tempo hari ternyata malah mengganggu keluargamu dan menakuti anak-anakmu.
Tetapi aku sangat bahagia ketika melihatmu sudah hidup bahagia. Sekalipun aku harus menanggung derita ini, aku rela demi cintaku kepadamu.

Aku tahu bahawa hidupku sudah tidak lama lagi. Sehingga aku harus meminta maaf kerana kau telah banyak menderita semasa kecilmu. Kamu seringkali malu kerana memiliki ibu yang hanya punya satu mata ini.
Ada satu hal yang ingin sekali ibu ceritakan kepadamu...

Ketika kau masih bayi, kau mendapat kecelakaan dan kehilangan salah satu mata. Sebagai seorang ibu, aku harus mengambil tindakan itu. Aku meminta doktor mengambil sebelah mataku untukmu. Aku tahu bahawa aku tak akan tahan dan tak akan pernah bahagia bila melihatmu harus menanggung penderitaan ini sendiri. Sebab itulah, aku selalu menjadi ibu yang menakutkan dan tak dapat membuatmu bangga, anakku.

Kini aku bangga, dengan pengorbananku ini, aku boleh melihatmu menjadi orang yang sukses dan bahagia. Aku bahagia dapat membuatmu selalu melihat dunia.
Berbahagialah selalu anakku,

Ibu yang selalu mencintaimu.
 sumber:Vemale.com
Read More..